293 Santri Manbaul Hikam Tumbang Usai Santap MBG

pusaran.net

pusaran.net - Suasana di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mendadak ramai pada Selasa (1/9/2026). Ratusan santri mengalami keluhan kesehatan beberapa jam setelah menyantap makanan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Keluhan yang dialami para santri beragam, mulai dari sakit perut hingga harus bolak-balik ke kamar mandi. Sebagian kemudian harus dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Jelang Muktamar ke-35 NU, Arah Kepemimpinan Abad Kedua Jadi Sorotan

Data terakhir Dinas Kesehatan Sidoarjo mencatat sedikitnya 293 santri menjalani perawatan. Mereka tersebar di sedikitnya delapan fasilitas kesehatan di Sidoarjo dan sekitarnya.

Dari jumlah tersebut, delapan santri dilaporkan dalam kondisi berat sehingga membutuhkan perawatan dan observasi lebih lanjut.

“Terakhir sudah 293,” kata Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina saat dikonfirmasi mengenai jumlah santri yang terdampak, Rabu (2/9/2026).

Salah seorang santri, Hasan, menceritakan bagaimana keluhan mulai muncul beberapa jam setelah makanan MBG disantap.

Menurut Hasan, makanan tersebut dikonsumsi sekitar pukul 13.00 WIB. Menu yang diterima santri antara lain telur, telur dadar, serta kuah atau sayur.

“Makannya MBG itu jam 1 tadi,” ujar Hasan.

Makanan tersebut dikonsumsi oleh santri putra maupun putri. Namun, tidak seluruh penghuni pondok mengalami keluhan lantaran sebagian santri tidak mengonsumsi makanan tersebut.

Memasuki sore hari, sejumlah santri mulai merasakan sakit perut. Kondisi kemudian semakin ramai setelah beberapa santri mengalami keluhan serupa.

“Tadi pas habis Asar ada yang bolak-balik kamar mandi. Saya tanya kenapa, katanya perut sakit,” kata Hasan.

Santri yang kondisinya memburuk kemudian dibawa ke rumah sakit. Proses penanganan dilakukan secara bertahap karena jumlah santri yang mengalami keluhan terus bertambah.

Baca juga: 5.600 Atlet Bersaing di 52 Cabang Olahraga di Porkab Sidoarjo

Para korban kini tersebar di sejumlah fasilitas kesehatan, di antaranya RS Natapura, RS Siti Hajar, RS Pusura, RS Delta Surya, RS Fatimah, serta fasilitas kesehatan di wilayah Porong.

Penanggung jawab Pondok Pesantren Manbaul Hikam bagian putra, Ferdiansyah, mengatakan pihak pesantren masih melakukan pendataan terhadap para santri yang menjalani perawatan.

Menurutnya, jumlah korban sempat berubah-ubah karena para santri tersebar di sejumlah rumah sakit.

Ferdiansyah sekaligus membantah kabar yang menyebut ada santri meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Untuk berita yang tersebar, untuk yang meninggal itu semua hoaks. Kami dari pihak pondok sudah mengoordinir setiap rumah sakit. Alhamdulillah semua santri sudah tertangani,” ujarnya.

Ia memastikan hingga kini tidak ada laporan korban meninggal dunia.

Baca juga: MBG Dorong Gizi dan Ekonomi Warga Surabaya

Pihak pesantren juga menegaskan makanan yang dikonsumsi para santri dan diduga berkaitan dengan munculnya keluhan tersebut merupakan makanan dari program MBG, bukan makanan yang disediakan pihak pondok.

“Kami luruskan kembali, ini makanan dari MBG, bukan makanan dari pesantren,” katanya.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Sidoarjo masih memantau kondisi para santri dan melakukan pendataan dari fasilitas kesehatan yang menangani korban.

Dengan sedikitnya 293 santri menjalani perawatan dan delapan di antaranya dalam kondisi berat, dugaan insiden keracunan massal ini masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya.

Penelusuran terhadap makanan yang dikonsumsi para santri, termasuk pemeriksaan sampel dan kondisi para korban, menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab munculnya keluhan kesehatan secara massal tersebut. (pn1)

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru