Demo Ricuh! Massa Serbu Grahadi dan Lempari Polisi

pusaran.net
Foto: Istimewa

pusaran.net - Aksi demonstrasi yang digelar ratusan massa Front Anti Kapitalisme di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (26/6/2026) malam, berujung ricuh.

Massa melempari petugas kepolisian dengan botol dan batu serta merusak pagar di sisi kiri pintu masuk Grahadi.

Baca juga: 400 Talenta Muda Sepak Bola Siap Warisi Api

Kericuhan terjadi setelah seorang perempuan menyampaikan orasi di hadapan massa. Usai orasi, massa langsung merangsek ke pintu masuk Gedung Negara Grahadi hingga memicu ketegangan dengan aparat yang berjaga.

Dalam aksi tersebut, massa melakukan berbagai aksi provokatif dengan melemparkan botol dan batu ke arah petugas kepolisian yang mengamankan jalannya demonstrasi. Selain itu, pagar di sisi kiri pintu masuk Grahadi juga mengalami kerusakan akibat aksi massa.

Sebelumnya, sekitar pukul 16.20 WIB, ratusan peserta aksi yang mayoritas mengenakan pakaian serba hitam tiba di depan Gedung Negara Grahadi dan menyampaikan tuntutan melalui orasi.

Juru bicara Front Anti Kapitalisme, Septia Rahma, mengkritik sejumlah kebijakan pemerintah, di antaranya Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, program-program tersebut belum menyentuh akar persoalan yang dihadapi masyarakat.

Baca juga: Dua Legenda Timnas Pantau Talenta Muda di Soekarno Cup 2026

"Yang dibutuhkan orang berangkat sekolah itu bukan MBG, tapi akses jalan," ujar Septia.

Ia mengatakan massa membawa 11 poin tuntutan yang menyoroti berbagai kebijakan pemerintah pusat maupun daerah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat.

"Kita soroti kebijakan yang dibuat oleh pemerintahan pusat hingga daerah yang menyusahkan dan tidak memihak kepada rakyat," katanya.

Baca juga: Raih Dua Penghargaan Nasional, Surabaya Buktikan Satu Data NIK Pacu Pertumbuhan Ekonomi

Septia menegaskan Front Anti Kapitalisme akan terus menggelar aksi hingga tuntutan mereka disampaikan kepada pemerintah pusat.

"Kita akan terus melakukan demo sebelum tuntutan kita dipenuhi dan disampaikan ke pemerintahan pusat," tegasnya.

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru