pusaran.net - Ajang Fun Run Relay 4x600 meter Project You yang digelar di Jalan Sedap Malam hingga halaman Balai Kota Surabaya berlangsung panas dan kompetitif. Tim Delta Run asal Sidoarjo keluar sebagai juara setelah mengalahkan puluhan komunitas lari dalam duel estafet yang berlangsung ketat sejak etape awal.
Persaingan sengit langsung terasa di setiap pergantian pelari. Delta Run bahkan mengaku nyaris kehilangan tenaga di etape akhir demi mempertahankan posisi terdepan.
Baca juga: Eri Cahyadi Matangkan Strategi Surabaya Sambut Porprov Jatim 2027
Salah satu pelari Delta Run, Rian Rispan, menyebut atmosfer lomba sangat kompetitif karena seluruh peserta tampil dengan kecepatan tinggi.
“Pesaing-pesaingnya kayak setan semuanya. Cepat-cepat,” ujarnya usai lomba, Sabtu (23/5/2026).
Rian mengatakan timnya datang dari Sidoarjo dengan target podium. Kepercayaan diri itu akhirnya terbayar lewat gelar juara di tengah duel ketat antarkomunitas lari Surabaya dan sekitarnya.
“Pas habis dari etape saya sendiri sudah blackout hampir. Ketat banget tadi,” katanya.
Kemenangan itu sekaligus menjadi modal Delta Run menuju event utama Suroboyo 10K yang akan digelar 7 Juni 2026 mendatang. Ia memastikan seluruh anggota tim sudah menjalani persiapan serius sejak beberapa waktu terakhir.
“Persiapannya teman-teman sudah nyiapin yang gila-gilaan dari kemarin,” tambahnya.
Sementara itu, Manajer Event Suroboyo 10K, Sri Aswito Zainul, mengatakan kegiatan relay tersebut menjadi bagian dari pemanasan menuju lomba utama sekaligus upaya membangun antusiasme komunitas lari di Surabaya.
Baca juga: 20+ Komunitas Tumpah Ruah! City Touchdown Jadi Pemanasan Seru Suroboyo 10K
Menurutnya, Suroboyo 10K kini masuk dalam rangkaian “The Ultimate 10K Series”. Setelah sukses digelar di Bandung, Surabaya menjadi kota kedua yang masuk dalam seri nasional tersebut.
“Hari ini kita seru-seruan bersama komunitas Surabaya untuk menuju race utama dua minggu lagi,” ujarnya.
Sebanyak 20 tim komunitas ambil bagian dalam lomba relay 4x600 meter itu. Setiap tim diperkuat empat pelari yang bergantian menuntaskan lintasan sprint demi memperebutkan hadiah podium.
Sri Aswito menegaskan Surabaya dipilih karena dinilai memiliki kultur olahraga lari yang terus tumbuh pesat. Tahun ini, penyelenggara menargetkan sekitar 3.000 peserta khusus di kategori 10K tanpa kelas tambahan.
Baca juga: Korina Kartika Sari Maju Ketua Kormi Surabaya, Usung Visi Inklusif
Tak hanya menjadi ajang lomba, konsep “Ultimate 10K Series” juga dirancang untuk mendorong pelari menjelajahi empat kota besar di Pulau Jawa, yakni Bandung, Surabaya, Tangerang, dan Semarang.
Peserta yang berhasil menuntaskan seluruh seri akan memperoleh medali khusus “Ultimate”, meski penyelesaiannya tidak harus dalam satu tahun yang sama.
“Ini bukan sekadar lomba 10K lalu selesai. Kami ingin pelari Bandung datang ke Surabaya, lalu penasaran lari di Tangerang dan Semarang. Ada ekosistem yang dibangun,” kata Sri Aswito.
Menariknya, Wali Kota Bandung disebut akan membawa 10 pelari tercepat non-atlet dari Bandung untuk merasakan atmosfer Suroboyo 10K. Langkah itu menjadi bagian dari kolaborasi antarkota dalam memperkuat tren sport tourism berbasis komunitas lari di Indonesia. (pn3)
Editor : Wasi