pusaran.net - Ledakan terjadi di sebuah restoran di kawasan Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, Selasa pagi. Polisi menduga ledakan dipicu kebocoran tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram.
Tim Jibom Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur memastikan tidak menemukan bahan peledak di lokasi.
Baca Juga: Damkar Surabaya Bersihkan Lokasi Ledakan San Antonio
Ledakan terjadi sekitar pukul 07.00 WIB saat seorang koki sedang memasak. Sejumlah saksi mengaku mencium bau gas sebelum ledakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, polisi menemukan tiga tabung LPG berkapasitas masing-masing 50 kilogram. Salah satu tabung diduga mengalami kebocoran.
“Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan tiga tabung LPG masing-masing berkapasitas 50 kilogram. Dugaan sementara, ada kebocoran gas yang kemudian memicu terjadinya ledakan,” kata Luthfie.
Baca Juga: Update Korban Ledakan San Antonio, Ini Kata Dokter
Untuk memastikan tidak ada unsur bahan peledak, Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur melakukan pemeriksaan menyeluruh di lokasi kejadian.
“Tim Jibom sudah melakukan pemeriksaan dan tidak menemukan adanya bahan peledak maupun kandungan yang mengarah pada bom. Jadi sementara ini dugaan kuat ledakan berkaitan dengan kebocoran gas LPG,” ujarnya.
Baca Juga: Ledakan San Antonio Surabaya, Dua Korban Kritis Dirawat di ICU
Meski demikian, polisi masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan sumber kebocoran dan rangkaian penyebab ledakan. Sejumlah saksi juga masih dimintai keterangan.
Ledakan tersebut menyebabkan lima orang menjadi korban, terdiri atas empat laki-laki dan satu perempuan. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Haji Surabaya. (pn1)
Editor : Wasi