Semanggi Naik Kelas, Kini Hadir di Tunjungan

avatar pusaran.net

pusaran.net - Perjalanan panjang Bu Aminah menjajakan semanggi keliling akhirnya membuahkan hasil. Setelah hampir dua dekade mempertahankan kuliner khas Surabaya itu, ia kini memiliki stan permanen di kawasan ikonik Jalan Tunjungan. Kehadiran

"Selendang Semanggi" menjadi babak baru bagi salah satu makanan tradisional yang selama ini identik dengan penjual gendong.

Baca Juga: 16 Bulan Menggantung, Kasus Pemukulan Jurnalis Jalan di Tempat

Peresmian stan kuliner tersebut berlangsung pada Senin (8/6/2026) dan mendapat dukungan Media Pintar Perjuangan (MPP) DPC PDI Perjuangan Surabaya. Sejumlah tokoh hadir dalam kesempatan itu, di antaranya Tri Rismaharini, Armuji, Syaifuddin Zuhri, Agatha Retnosari, Aliyuddin, Anas Karno, jajaran PAC, serta pengurus Taruna Merah Putih.

Bagi Bu Aminah, berdirinya stan di Jalan Tunjungan merupakan mimpi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

"Saya benar-benar seperti mimpi. Dulu hanya jual semanggi gendong, sekarang punya stan di Jalan Tunjungan. Saya sampai terharu kalau cerita ini," ucapnya sambil menahan air mata, Senin (8/6/2026).

Usaha yang dirintis sejak 2007 itu mulai berkembang setelah mengikuti Program Pahlawan Ekonomi Pemerintah Kota Surabaya saat Tri Rismaharini menjabat wali kota. Dari sana, ia belajar meningkatkan kualitas produk hingga memperluas pemasaran.

Kini, Selendang Semanggi tak hanya menyajikan semanggi segar, tetapi juga menghadirkan semanggi instan dalam kemasan kering yang mampu bertahan hingga dua bulan tanpa bahan pengawet. Produk tersebut dipersiapkan sebagai oleh-oleh khas Surabaya yang bisa dikirim ke berbagai daerah.

Tri Rismaharini menilai keberhasilan Bu Aminah membuktikan bahwa UMKM dapat berkembang ketika memperoleh pendampingan yang tepat.

"UMKM adalah tulang punggung ekonomi masyarakat. Yang terpenting bukan hanya bertahan, tetapi bagaimana mereka bisa naik kelas tanpa meninggalkan identitas lokalnya," ujar Risma.

Baca Juga: Pemkot Surabaya Lanjutkan Penataan Ruang Basement Eks Hi-Tech Mal

Menurutnya, semanggi bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari warisan budaya Kota Surabaya yang perlu terus dijaga.

Hal senada disampaikan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji. Ia mengatakan semanggi merupakan kuliner khas yang semakin langka karena hanya tumbuh di wilayah tertentu, seperti Pakal dan Kendung.

"Kehadiran Rumah Makan Selendang Semanggi di Jalan Tunjungan menjadi etalase kuliner khas Surabaya di tengah kota," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Syaifuddin Zuhri menyebut semanggi sebagai identitas kuliner Kota Pahlawan yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.

Baca Juga: Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim Gelar Operasi Gabungan Pajak Kendaraan

"Kalau UMKM tumbuh dan konsisten, ekonomi kerakyatan akan semakin kuat," katanya.

Kehadiran Selendang Semanggi juga disambut positif masyarakat. Rudi, salah seorang pengunjung Jalan Tunjungan, menilai lokasi tersebut sangat tepat untuk memperkenalkan kuliner khas Surabaya kepada wisatawan maupun warga.

"Ini makanan khas Suroboyo. Sangat cocok ada di Jalan Tunjungan. Rasanya enak dan harganya juga sesuai," ujarnya.

Perjalanan Bu Aminah menjadi bukti bahwa kuliner tradisional tetap memiliki ruang untuk berkembang di tengah modernisasi. Dari pikulan semanggi keliling hingga memiliki rumah makan di kawasan bersejarah Surabaya, kisahnya menjadi simbol bahwa UMKM lokal mampu naik kelas tanpa kehilangan akar budayanya.(pn2)

Berita Terbaru