pusaran.net - Dinamika politik yang kian cair serta tuntutan publik yang semakin kompleks, DPD Partai Golkar Jawa Timur menempuh strategi konsolidasi menyeluruh hingga akar rumput. Langkah ini bukan sekadar penguatan struktur, melainkan upaya membangun kembali relevansi partai agar lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa konsolidasi bukan hanya agenda rutin organisasi, tetapi menjadi instrumen penting untuk memastikan partai tetap “hidup” dan mampu menangkap aspirasi publik secara nyata.
Baca Juga: Arif Fathoni Ajak Warga Nobar Final Liga Champions di DPD Golkar : Perkuat Silaturahmi
“Target kami jelas, Juni 2026 seluruh struktur hingga tingkat kelurahan dan desa harus sudah tuntas. Ini penting agar energi partai bisa difokuskan untuk pelayanan masyarakat secara lebih efektif,” kata Ali, di sela rapat di Kantor DPD Golkar Jatim, Jalan A. Yani, Surabaya, Jumat, Mei 2026.
Namun di balik target struktural tersebut, tersimpan agenda yang lebih strategis membentuk mesin politik yang tidak hanya solid secara organisasi, tetapi juga adaptif terhadap perubahan sosial. Golkar Jatim menyadari bahwa tantangan ke depan bukan hanya soal memenangkan pemilu, melainkan bagaimana tetap relevan di mata pemilih yang semakin kritis, khususnya generasi muda.
Untuk itu, berbagai rapat koordinasi teknis telah digelar, mencakup bidang organisasi, kepemudaan, hingga perempuan. Fokusnya adalah menyiapkan kader sejak dini, terutama dari kalangan muda dan perempuan, sebagai aktor utama dalam kontestasi politik mendatang. "Pemuda dan perempuan bukan lagi pelengkap. Mereka adalah pilar utama. Karena itu, kami dorong peningkatan kapasitas, baik secara manajerial maupun kemampuan mengartikulasikan aspirasi generasi mereka,” jelasnya.
Baca Juga: Arif Fathoni Dorong KOHATI-Pemkot Surabaya Bersinergi Perkuat Pemberdayaan Perempuan
Golkar Jatim juga memberi perhatian khusus pada peran Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG). Tidak sekadar mengejar keterwakilan 30 persen, partai ini ingin melahirkan figur-figur perempuan yang benar-benar kompetitif dan memiliki daya tarik elektoral. "Kami ingin srikandi Golkar bukan hanya memenuhi kuota, tapi mampu memenangkan hati masyarakat dan siap mengemban amanah di legislatif maupun eksekutif,” tegas Ali.
Di sisi lain, Golkar Jatim juga menyiapkan penguatan internal melalui bimbingan teknis (bimtek) bagi anggota fraksi di tingkat kabupaten/kota. Langkah ini dipandang krusial, mengingat fraksi merupakan wajah partai yang paling dekat dengan masyarakat.
Baca Juga: Sejarah Baru, Golkar Jatim Gelar Pelantikan DPD Secara Serentak
Melalui peningkatan kapasitas tersebut, diharapkan para legislator Golkar mampu membaca perubahan cepat di tengah masyarakat sekaligus memberikan respons kebijakan yang tepat.
“Fraksi adalah etalase partai. Karena itu, mereka harus terus di-upgrade agar bisa benar-benar hadir bersama masyarakat. Prinsip ‘Suara Rakyat adalah Suara Golkar’ harus menjadi kompas, bukan sekadar slogan,” pungkasnya.
Editor : Wasi