pusaran.net - Pola komunikasi politik terus berubah seiring perkembangan teknologi digital. Partai politik kini tidak lagi hanya mengandalkan pidato di podium, tetapi juga harus mampu menyesuaikan diri dengan dinamika media sosial yang menjadi ruang utama generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPW PKS Jawa Timur, Muhamad Syadid, saat media gathering bersama jurnalis di Surabaya, Rabu (11/3/2026).
Baca Juga: Dari Kader untuk Umat, PKS Jatim Salurkan 71.555 Paket Daging Kurban
Menurut Syadid, generasi muda khususnya Gen Z memiliki karakter yang sangat adaptif terhadap teknologi. Karena itu, cara partai politik menyampaikan pesan juga harus menyesuaikan dengan kebiasaan mereka yang banyak mengakses informasi melalui ponsel pintar.
“Kalau dulu orang berorasi di podium atau di jalan, sekarang zamannya sudah berubah. Anak-anak Gen Z cukup scroll di media sosial dan sudah mendapatkan banyak informasi dari algoritma,” ujarnya.
Baca Juga: PKS Jatim Beasiswai Kader Jadi Advokat, Siap Beri Bantuan Hukum Gratis
Melihat perubahan tersebut, PKS Jawa Timur mulai memperkuat strategi komunikasi digital dengan menyusun perencanaan konten yang lebih tersegmentasi dan relevan dengan kehidupan sehari-hari anak muda.
Tak hanya itu, PKS Jatim juga mulai menggandeng sejumlah influencer dan kreator konten agar pesan-pesan yang disampaikan bisa diterima dengan cara yang lebih santai namun tetap substansial.
Baca Juga: Wali Kota Eri Ajak Gen Z Surabaya Bergerak Lakukan Pemilahan Sampah
Syadid menegaskan bahwa langkah ini bukan berarti mengubah nilai dasar partai, melainkan hanya menyesuaikan cara penyampaian agar lebih mudah dipahami generasi muda.
“Value-nya tidak kita ubah, tetapi cara mengenalkan value itu yang kita sesuaikan. Kami juga mulai menggandeng beberapa influencer agar pesan yang kita sampaikan bisa lebih dekat dengan Gen Z,” jelasnya.
Editor : Wasi