Psikologi Unair Soroti Urgensi Kesehatan Mental di Era Digital

avatar pusaran.net

pusaran.net - Isu kesehatan mental kini menjadi ancaman nyata yang melintasi batas usia dan profesi. Fenomena self-harm di kalangan anak muda hingga tekanan berat di dunia kerja yang berujung fatal menjadi alarm bahwa kesejahteraan psikologis tak bisa lagi dipandang sebelah mata.

Dekan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (Unair), Dr. Dewi Retno Suminar, M.Si., Psikolog, menegaskan bahwa tantangan kesehatan mental saat ini sangat dipengaruhi pola konsumsi informasi digital yang serba instan.

Baca Juga: Ashanti Raih Gelar Doktor setelah Disertasi Empat Kali Ditolak

“Kita melihat banyak fenomena saat ini di mana orang sering kehilangan kemampuan menalar. Mengapa? Karena terbiasa mengonsumsi informasi instan dari media sosial. Informasi tersebut langsung masuk ke otak tanpa proses pengendapan atau penalaran yang matang,” ujarnya seusai Orasi Ilmiah Dies Natalis Pendidikan Psikologis Unair ke-43 di Kampus Unair, Kamis (12/2/2026).

Menurutnya, media sosial telah mengubah cara manusia bereaksi terhadap persoalan. Respons yang muncul cenderung spontan dan refleks, lebih didorong emosi ketimbang pertimbangan logis.
Tak hanya menyasar generasi muda, Dewi juga menyoroti rapuhnya kondisi mental di lingkungan profesional. Ia menegaskan, kemapanan ekonomi bukan jaminan seseorang terbebas dari gangguan psikologis.

“Uang bukan segalanya. Banyak orang yang sudah mapan secara ekonomi justru mengalami depresi berat hingga melakukan tindakan fatal. Ini membuktikan bahwa well-being atau kesejahteraan psikologis adalah fondasi utama,” jelasnya.

Baca Juga: Polisi Bongkar Bisnis SIM Card Ilegal Penjual OTP

Karena itu, ia mendorong para pemimpin perusahaan menerapkan pendekatan yang lebih humanis melalui sistem Coaching, Mentoring, and Counseling (CMC). Pemimpin tidak hanya berorientasi pada target, tetapi juga peduli terhadap kondisi mental karyawan.

“Seorang bos harus memanusiakan manusia. Harus ada ruang untuk rekreasi dan pemulihan mental agar performa kerja tetap terjaga dan karyawan tidak merasa seperti robot,” tegasnya

Baca Juga: Kapolda Jatim Imbau Masyarakat Bijak Bermedsos, Tolak Konten Ancaman

Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, Fakultas Psikologi Unair terus bersinergi dengan Pemerintah Kota Surabaya dalam edukasi kesehatan mental. Salah satu langkah konkret adalah mendorong kembali interaksi fisik anak melalui permainan tradisional guna mengurangi ketergantungan pada gadget.

“Langkah kecil seperti permainan teater boneka atau interaksi langsung sangat penting untuk melatih nalar dan emosi anak agar tumbuh sehat di tengah gempuran teknologi,” pungkasnya. [R]
​ 

Berita Terbaru