Pemberdayaan Perempuan Prasejahtera, Strategi PNM Perkuat Ekonomi Akar Rumput

avatar pusaran.net

pusaran.net - Upaya memperkuat ekonomi nasional tidak selalu dimulai dari sektor besar. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menunjukkan bahwa penguatan ekonomi justru efektif ketika dimulai dari perempuan prasejahtera di tingkat akar rumput.

Melalui pendekatan pemberdayaan sebelum pembiayaan, PNM membangun fondasi ekonomi keluarga sekaligus memperluas inklusi keuangan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut

Berbeda dengan lembaga keuangan konvensional yang berfokus pada penyaluran modal, PNM menempatkan peningkatan kapasitas usaha sebagai prasyarat utama.

Nasabah dibekali literasi keuangan, pengelolaan usaha, hingga legalitas, sehingga pembiayaan yang diterima mampu mendorong pertumbuhan usaha, peningkatan pendapatan, dan ketahanan ekonomi rumah tangga.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU) Akbar yang digelar di Surabaya dan diikuti sedikitnya 500 nasabah.

Program ini ditopang jaringan PNM Cabang Surabaya dengan 166 kantor unit, terdiri dari 14 unit ULaMM dan 152 unit Mekaar yang menjangkau 7 kabupaten/kota dan 128 kecamatan. Skala layanan ini menjadikan PNM sebagai salah satu motor penggerak ekonomi mikro di wilayah Jawa Timur.

PKU Akbar memberikan pelatihan gratis mulai dari penyusunan laporan keuangan sederhana, literasi keuangan, hingga keterampilan praktis pengembangan produk.

Coaching clinic bersama Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur turut membuka akses legalitas usaha, pendaftaran Nomor Induk Berusaha (NIB), dan sertifikasi halal—faktor penting agar UMKM dapat masuk ke rantai pasok formal dan memperluas pasar.

Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya

“Pendampingan membuat kami tidak hanya bertahan, tapi bisa tumbuh. Kami jadi paham menghitung usaha dan berani naik kelas,” ujar salah satu peserta PKU Akbar, pelaku usaha Nastar Semanggi (NAGI).

Dampak ekonomi ini tidak hanya dirasakan pelaku usaha, tetapi juga keluarga dan lingkungan sekitarnya melalui peningkatan daya beli dan penciptaan peluang kerja.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan prasejahtera memiliki efek berganda bagi perekonomian.

“Ketika perempuan diberdayakan, dampaknya langsung pada ekonomi keluarga dan komunitas. Melalui PKU Akbar, PNM membangun ekosistem usaha mikro yang lebih tangguh dan inklusif, sehingga pembiayaan benar-benar menjadi alat pengungkit kesejahteraan,” jelasnya.

Baca Juga: Buang Rumen Kurban ke Sungai Masih Terjadi

Rangkaian kegiatan juga dilengkapi talkshow bersama Bank Indonesia dan OJK serta bazaar yang menghadirkan 20 UMKM binaan.

Kegiatan ini mempertemukan pelaku usaha mikro dengan regulator dan pasar, memperkuat integrasi UMKM ke dalam sistem ekonomi formal.

Melalui model ini, PNM menegaskan perannya bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai instrumen pembangunan ekonomi–sosial di tingkat masyarakat. (pn3).

Berita Terbaru