pusaran.net - Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, mengungkapkan penangkapan pelaku begal sadis yang melakukan aksi serangan kepada anggota Reskrim Lumajang pada hari Kamis (11/12/2025) lalu.
Kejadian dimulai ketika pelaku teridentifikasi Agus mencoba mencuri sepeda motor di TKP dan dikejar petugas. Saat dikejar, Agus melakukan perlawanan dengan senjata tajam dan menusuk salah satu anggota di bagian perut, sebelum berhasil melarikan diri.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
Setelah kejadian, tim polisi melakukan pemantauan mulai malam Jumat. Selama dua hari, tim menggelar pengejaran ke rumah kerabat-kerabat Agus di wilayah Lumajang dan melakukan penyisiran siang malam. Hanya pada hari Minggu, polisi mendapatkan informasi bahwa pelaku bergerak ke arah rumah kerabat ayahnya di Pasuruan.
Penangkapan akhirnya berhasil dilakukan pada pukul 23.00 WIB di sekitar wilayah Apollo, Pasuruan. "Saat itu, Agus bersama temannya mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan kembali dengan senjata tajam, sehingga anggota harus melakukan tindakan tegas," terang Jumhur, Senin (15/12/2025) dini hari.
Baca Juga: Keluarga Korban Sebut Alat Bantu Mati Saat Kebakaran RS Soetomo
Menurut AKBP Jumhur, Agus adalah pelaku pembacok spesialis rampok sadis yang telah meresahkan wilayah Lumajang dan Jember. Dia pernah ditangkap dua kali sebelumnya, menjalani persidangan, dan sering menggunakan senjata tajam dalam kejahatannya. Sejak tahun 2015, dia diduga terlibat dalam puluhan kasus perampasan dan pembacokan di Lumajang, Jember, dan Probolinggo.
Diketahui, korban anggota reskrim yang terluka sempat dalam kondisi kritis selama 2 hari, namun setelah operasi, kondisinya kini membaik. Selain penangkapan Hasan dan Agus, polisi juga menyita bukti berupa 4 sepeda motor dan 1 mobil yang digunakan pelaku.
Baca Juga: Polisi Selidiki Kebakaran RSUD dr Soetomo
"Tim Jatanras Polda Jatim dan Polres Lumajang bekerja keras untuk mengungkap kejahatan jalanan. Ini adalah resiko yang harus kita hadapi, namun kita tetap menyampaikan kepada rekan-rekan di lapangan untuk tetap waspada, terutama terhadap pelaku-pelaku spesialis seperti ini," ungkap AKBP Jumhur.
Saat ini, Hasan masih diamankan dan sedang dalam penyelidikan intensif untuk mengungkap informasi lebih lanjut terkait jaringan dan aksi kejahatan lainnya.(pn1).
Editor : Wasi