pusaran.net - Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di kawasan Jojoran, Surabaya, berakhir tragis pada Kamis (30/10/2025) pagi. Seorang pelaku curanmor tertangkap warga dan nyaris tewas setelah tubuhnya terbakar di Gang 3 Jojoran, sekitar pukul 09.30 WIB.
Menurut keterangan warga, dua pelaku beraksi mencuri sepeda motor Honda Beat warna hitam bernomor polisi L 3522 ACG, milik Dian Mieke (37), warga Jojoran Gang 5 No.47. Namun, aksi mereka dipergoki warga. Satu pelaku berhasil kabur, sementara satu lainnya tertangkap dan diikat di tiang listrik Gang 3.
Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk
“Pas saya dengar suara motor dinyalakan, saya langsung keluar dan ternyata malingnya mau kabur. Saya teriak, terus warga langsung bantu ngejar,” ungkap Dian.
Warga yang sudah lama resah dengan maraknya aksi curanmor di wilayah itu melampiaskan kekesalan kepada pelaku. Namun, situasi berubah tragis saat api tiba-tiba menyambar tubuh pelaku.
Beberapa saksi menduga, sebelum kejadian, ada oknum yang menyiramkan bensin ke tubuh pelaku. Saat polisi dari Polsek Gubeng tiba di lokasi dan hendak membawa pelaku ke mobil patroli, salah satu petugas melepaskan ikatan tali menggunakan korek api. Seketika, api menyambar tubuh pelaku yang sudah berlumuran bensin.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
Pelaku kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara Surabaya dengan luka bakar serius untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pihak kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam terkait insiden tersebut, termasuk mencari tahu pelaku lain yang melarikan diri serta mengusut dugaan adanya oknum yang menyiramkan bensin kepada pelaku.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
Salah satu warga, Yanto, menuturkan bahwa motor milik Dian sempat ditemukan dengan kunci T yang masih menancap di lubang kontak. “Kondisi kunci T sudah masuk di motor Beat itu,” ujarnya.
Warga Jojoran berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pihak berwajib. Mereka mengaku aksi curanmor di kawasan itu sudah terjadi lebih dari lima kali sepanjang tahun ini. (pn1)
Editor : Wasi