pusaran.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunda rencana pembangunan rumah sakit (RS) di kawasan Surabaya selatan. Proyek tersebut baru akan dibahas kembali dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjelaskan, penundaan ini dilakukan karena adanya pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) yang cukup besar. Pemkot harus menentukan prioritas program yang lebih mendesak.
Baca Juga: Hotline "Lapor Cak Eri" Terima 87 Aduan Iuran Kampung
“Insyaallah kita lihat ya anggaran di tahun depan. Sebenarnya tahun ini (pembangunannya), tapi karena pemotongan TKD cukup besar, maka ditentukan prioritas mana yang dikerjakan,” ujar Wali Kota Eri, Senin (20/10/2025).
Menurutnya, saat ini Pemkot Surabaya fokus menjalankan program prioritas di sektor pembangunan infrastruktur jalan. Dalam APBD 2026, sejumlah proyek strategis akan digarap, termasuk proyek multi-years.
“Untuk 2026 kan yang dipotong Rp730 miliar itu, makanya kita tidak menjalankan dulu pembangunan rumah sakit. Tapi yang prioritas, seperti jalan dan infrastruktur kita jalankan dulu,” jelasnya.
Sejumlah proyek yang akan dilanjutkan di antaranya, jalan tembus Wiyung–Lidah Wetan, penyelesaian kolam tampung di radial road, pembukaan jalan di kawasan Pacar Keling, serta evaluasi pembangunan jembatan di kawasan Royal Residence yang akan menghubungkan JLDB.
Baca Juga: Bayi Lahir di Surabaya Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk Gratis
Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu menegaskan, pembangunan infrastruktur jalan diharapkan mampu mendorong pergerakan ekonomi masyarakat dan mengurangi kepadatan lalu lintas di berbagai titik kota.
“Nanti akan banyak jalan-jalan baru di Surabaya. Agar apa? Pertama, biar nggak macet. Kedua, supaya ekonominya juga bergerak,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cak Eri menyebut Pemkot Surabaya akan menggandeng pihak swasta untuk mewujudkan pembangunan RS Surabaya selatan. Namun, jika pemerintah pusat mengembalikan nilai TKD seperti tahun sebelumnya, proyek tersebut bisa segera dijalankan.
Baca Juga: Mahasiswa UINSA Desak Rektor Definitif
“Pak Presiden kan menyampaikan nanti akan dievaluasi TKD tahun depan. Kalau dikembalikan, kita juga akan langsung lakukan pembangunan untuk RS Surabaya selatan,” pungkasnya.(pn2)
Editor : Wasi