pusaran.net - Tujuh hari pasca ambruknya bangunan musala Pondok Pesantren Al Khoziny di Buduran, Sidoarjo, pencarian korban terus berlangsung di bawah terik dan debu puing-puing beton. Hingga Minggu (5/10/2025) pukul 18.00 WIB, sebanyak 40 jenazah berhasil ditemukan oleh tim gabungan SAR.
Hari ini menjadi hari dengan temuan korban terbanyak, yakni 15 jenazah dalam satu hari pencarian. Sementara empat potongan bagian tubuh manusia juga berhasil diangkat dari timbunan bangunan empat lantai yang runtuh.
Baca Juga: HUT Persebaya ke-99 Ternoda, Tiga Warga Jadi Korban
Satu per satu kantong jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Sidoarjo untuk proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI). Suara alat berat dan sirene ambulans terus bersahutan, menandai kerja tanpa henti di lokasi bencana.
Operasi yang semula dijadwalkan tujuh hari kini akan diperpanjang hingga semua korban ditemukan. Dari total korban, masih ada 23 orang yang dilaporkan hilang, meski data tersebut masih bersifat dinamis karena perbedaan catatan kehadiran santri di pondok.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D. menegaskan, seluruh unsur pemerintah dan relawan terus bekerja selama 24 jam.
Baca Juga: 5.600 Atlet Bersaing di 52 Cabang Olahraga di Porkab Sidoarjo
“Kami hadir bukan hanya menjalankan tugas, tapi sebagai bentuk nyata kepedulian dan kemanusiaan — dari manusia untuk manusia,” ujarnya.
Tragedi Al Khoziny menjadi duka panjang bagi keluarga besar pondok pesantren, namun juga bukti keteguhan dan solidaritas lintas lembaga dalam menghadapi bencana kemanusiaan. (pn2)
Baca Juga: Wali Kota Eri Minta Investigasi dan Evaluasi Proyek Menyeluruh
Editor : Wasi