pusaran.net – Sebanyak 248 peserta dari berbagai kota di Jawa Timur ambil bagian dalam Kejuaraan Panjat Tebing Piala Wali Kota Surabaya 2025 yang digelar di Taman Bungkul, Sabtu (4/10/2025). Ajang ini berlangsung selama tiga hari, mulai 3–5 Oktober 2025, sebagai bagian dari rangkaian Multi Event Piala Wali Kota Surabaya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Hidayat Syah, mengatakan kejuaraan ini bukan hanya wadah untuk mengasah kemampuan atlet, tetapi juga menjadi ajang bagi masyarakat pecinta olahraga.
Baca Juga: KONI Jatim Matangkan PON Bela Diri 2026, Delapan Cabor Dipanggil
“Yang pasti warga Surabaya ini kalau dibikin multi event seperti ini, masyarakatnya jadi punya wadah. Karena selama ini banyak yang hobi olahraga tapi belum ada ruangnya. Nah, ini diberi wadah oleh Pak Wali Kota (Eri Cahyadi),” ujar Hidayat.
Menurut Hidayat, peserta yang mengikuti kejuaraan panjat tebing kali ini berasal dari berbagai daerah, mulai Kota Blitar, Kabupaten Lamongan, hingga Kota Malang. Kompetisi terbagi dalam dua kategori, yakni Lead dan Speed, dengan peserta berusia 11–15 tahun, setingkat pelajar SMP hingga SMA.
Ia berharap kejuaraan ini dapat melahirkan bibit-bibit baru atlet panjat tebing di Surabaya, sekaligus menjadi sarana pembinaan untuk cabang olahraga lainnya di Kota Pahlawan.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
“Ini kan menjadi sarana memunculkan bibit-bibit baru dari Surabaya dan kota lain. Mereka bisa berkompetisi, mengukur kemampuan, dan punya motivasi untuk terus meningkatkan skill,” imbuhnya.
Sementara itu, Bidang Pembinaan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Surabaya, Karyanto, menilai ajang ini menjadi motivasi penting bagi para atlet muda untuk berlatih lebih giat.
“Surabaya ini barometernya panjat tebing, tapi kompetitornya juga kuat seperti dari Gresik dan Probolinggo, terutama di kategori speed,” katanya.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
Karyanto menambahkan, antusiasme masyarakat terhadap olahraga panjat tebing di Surabaya semakin tinggi, bahkan diminati sejak usia dini.
“Anak-anak TK sudah boleh ikut latihan. Jadi minimal usia enam tahun sudah bisa mulai panjat tebing,” pungkasnya.
(*)
Editor : Wasi