pusaran net - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Basarnas memberikan keterangan soal penanganan musala ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran. Berikut tanya jawabnya:
Kapan tim bergerak?
Khofifah: Sejak 29 September sore, full team Pemprov bersama BPBD, Dinsos, Dinkes, dan PU Cipta Karya langsung turun.
Baca Juga: 293 Santri Manbaul Hikam Tumbang Usai Santap MBG
Bagaimana evakuasi dilakukan?
Khofifah: Tidak bisa langsung pakai ekskavator. Basarnas menggali dari bawah untuk mencegah risiko ambruk susulan.
Apa dukungan untuk korban dan keluarga?
Khofifah: Dapur umum sudah ada sejak malam pertama. Semua rumah sakit standby, biaya pasien ditanggung Pemprov, dan oksigen dipastikan aman.
Baca Juga: Gambes Mania Galang Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Donasikan 100 Persen Keuntungan Tiket
Apakah ada korban yang masih hidup di bawah reruntuhan?
Basarnas: Beberapa titik suara masih terdeteksi. Tim memberi semangat agar korban bertahan.
Hambatan evakuasi?
Khofifah: Galian sempat capai 80 cm, tapi terhenti karena gempa 6,5 magnitudo di Sumenep. Ada juga lapisan beton di bawah keramik, jadi harus ekstra hati-hati.
Baca Juga: Peduli Korban Gempa NTT, SIER Salurkan Bantuan Rp423 Juta
Jumlah korban?
Basarnas: Data sementara simpang siur. Ada 15 titik kemungkinan korban, tapi masih diverifikasi dengan Pusdalops BNPB. (pn1)
Editor : Wasi