Ribuan Maba UMSurabaya Ukir Pesan Damai di The Wall of Peace

avatar pusaran.net

pusaran.net - Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) memperingati International Day of Peace dengan cara unik: melukis pesan damai di dinding raksasa bertajuk The Wall of Peace. Aksi simbolik ini menjadi penegasan bahwa generasi muda memilih perdamaian, bukan kekerasan, di tengah konflik global yang terus membara.

Steering Committee MOX 2025, M. Febriyanto Firman Wijaya (Riyan), menegaskan kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pendidikan karakter.

Baca Juga: ITS Gelar Temu Ortu Maba 2025, IKOMA Didorong Jadi Mitra Strategis Mahasiswa

“The Wall of Peace adalah simbol bahwa ribuan mahasiswa baru memilih merawat kehidupan dengan perdamaian, bukan pertikaian di tengah konflik dunia,” ujarnya.

Ribuan mahasiswa dibagi dalam kelompok untuk memvisualisasikan pesan damai terkait isu konflik global: Palestina–Israel, Ukraina–Rusia, Pakistan–India, Suriah, Afganistan, hingga Thailand–Kamboja.

Baca Juga: Beredar Video Mesum Diduga Terjadi Salah Satu Kampus di Surabaya

“Mereka diberikan kebebasan mengekspresikan pesan perdamaian sesuai isu yang sudah ditentukan,” jelas Riyan.

Menurutnya, seni menjadi medium efektif untuk menyuarakan kepedulian. “Inilah bukti bahwa generasi muda berani menyuarakan damai, meski dunia kerap bising dengan kekerasan. Melalui The Wall of Peace, ribuan mahasiswa baru UMSurabaya tidak hanya mengukir warna, tetapi juga sejarah: komitmen bahwa perdamaian harus diperjuangkan bersama,” tegasnya.

Baca Juga: 863 Mahasiswa Surabaya Lolos Seleksi Beasiswa Pemuda Tangguh

Salah satu peserta, Nur Elza Tripsetyani dari Kelompok 34, mengangkat isu konflik Thailand–Kamboja. “Kami pakai warna dasar hitam, dengan visual kuil, bendera dua negara, dan pesan perdamaian. Karya ini ingin menunjukkan lokasi konflik sekaligus menyelipkan pesan damai yang juga relevan untuk Indonesia,” ujarnya.

Aksi ini menegaskan bahwa mahasiswa UMSurabaya sejak dini diajak memahami ilmu pengetahuan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia. (pn3)

Berita Terbaru