Cegah Amuk Massa, Lesbumi NU Ajak Baca Ayat-ayat Kauniyah

avatar pusaran.net

pusaran.net – Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jawa Timur mengingatkan pentingnya membaca fenomena sosial atau Ayat-ayat Kauniyah sebagai tanda zaman, guna mencegah amuk massa di tengah maraknya gelombang demonstrasi di berbagai kota.

Ketua Lesbumi PWNU Jatim, Riadi Ngasiran, menegaskan bahwa anarkisme bisa dicegah bila elite politik memiliki sensitivitas sosial dan kebijaksanaan dalam bersikap.
“Hilangnya empati dan koreksi diri di kalangan elite, ditambah praktik korupsi dan keserakahan, membuat kekesalan masyarakat semakin sempurna,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (1/9).

Baca Juga: Hotline "Lapor Cak Eri" Terima 87 Aduan Iuran Kampung

Pernyataan ini disampaikan dalam acara Launching buku puisi “Pengantin Bulan Domba” karya Didik Wahyudi, yang dirangkai dengan Pesta Puisi Kemerdekaan di Ujung Bulan di Aula KH Bisri Syansuri, PWNU Jawa Timur, Surabaya.

Baca Juga: Bayi Lahir di Surabaya Langsung Dapat Tiga Dokumen Adminduk Gratis

Sejumlah penyair dan seniman turut hadir, di antaranya Mardi Luhung, Ribut Wijoyo, Nur Aziz Asmuni, Haidar Hafeez, Suharmono Kasiyun, KH Chamim Kohari, Gus Ahmed Miftahulhaq, dan Afif Mahmudah. Mereka membacakan puisi sebagai ekspresi kegelisahan sosial dan pengalaman estetik.

Sekretaris Lesbumi PWNU Jatim, Ning Nabila Dewi Gayatri, menambahkan, kegiatan ini juga bagian dari perayaan HUT ke-80 RI yang biasa diperingati warga Nahdliyin hingga sebulan penuh. “Kami ingin meneguhkan peran seniman dalam menghadirkan karya dan refleksi, di tengah kondisi bangsa apa pun,” tuturnya.

Baca Juga: Mahasiswa UINSA Desak Rektor Definitif

Para seniman Lesbumi dari Surabaya, Sidoarjo, Jombang, hingga Gresik ikut memeriahkan kegiatan. Nama-nama besar seperti Mardi Luhung disebut terus aktif di kancah sastra nasional, bahkan baru-baru ini tampil dalam acara sastra di Museum Islam Indonesia KH M Hasyim Asy’ari, Tebuireng Jombang. (pn3)

Berita Terbaru

Umum,

KPPRA Apresiasi MPLS Surabaya yang Humanis

pusaran.net - Koalisi Pegiat Pendidikan Ramah Anak (KPPRA) Indonesia mengapresiasi pelaksanaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) Tahun 2026 di Kota