pusaran.net - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan patroli gabungan skala besar mengelilingi Kota Surabaya, Minggu (31/8/2025).
Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V/Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Rudy Saladin, menyebutkan langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi tindakan anarkis lanjutan yang dalam dua hari terakhir mengguncang Kota Pahlawan. Patroli juga bertujuan menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
“Rekan-rekan yang sedang melaksanakan patroli ini sifatnya menyapa masyarakat sekaligus mengimbau, supaya masyarakat khususnya di Surabaya benar-benar bisa kondusif. Kita sama-sama berupaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah kita,” ujar Mayjen TNI Rudy.
Ia menegaskan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam menjaga kondusifitas kota Surabaya. “Tindakan anarkis, kumpul-kumpul yang mengarah pada kegiatan merusak atau destruktif, mari kita jaga bersama. Surabaya harus aman untuk kita semua,” tambahnya.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
Dalam dua hari terakhir, Surabaya dilanda kerusuhan. Sejumlah fasilitas publik rusak, termasuk pembakaran pos polisi, penjarahan, serta perusakan Gedung Negara Grahadi dan Polsek Tegalsari.
Bentrokan tak terhindarkan ketika aparat berusaha membubarkan massa dengan tembakan gas air mata. Suasana mencekam masih terasa hingga Minggu malam.
Baca Juga: Buang Rumen Kurban ke Sungai Masih Terjadi
Dampaknya, beberapa perguruan tinggi di Surabaya memutuskan meniadakan aktivitas perkuliahan. Kebijakan serupa juga diikuti lembaga pendidikan tingkat TK, SD, hingga SMP, demi menjaga keselamatan peserta didik.
Mau saya bikinkan juga judul alternatif yang lebih singkat dan tajam untuk berita ini, biar lebih cocok jadi headline di portal?
Editor : Wasi