Mahasiswa Gruduk Mapolda Jatim: Polisi Jangan Arogan, Rakyat Sudah Muak!

avatar pusaran.net
Foto: Aksi Mahasiswa di Surabaya Gelar Aksi Demo di Mapolda Jatim, Sabtu (30/8/2025)
Foto: Aksi Mahasiswa di Surabaya Gelar Aksi Demo di Mapolda Jatim, Sabtu (30/8/2025)

pusaran.net – Surabaya | Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya menggelar aksi unjuk rasa di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Jawa Timur, Jalan Ahmad Yani, Sabtu (30/8/2025).

Dalam aksi tersebut, para mahasiswa menyuarakan keresahan atas situasi ricuh yang sempat terjadi di Kota Pahlawan hingga dini hari. Salah satu peserta aksi, Alif, mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, menyebut kericuhan yang terjadi merupakan puncak dari kemarahan rakyat.

Baca Juga: Polda Jatim Sikat 320 Kasus Kejahatan Jalanan, 319 Tersangka Diciduk

“Ricuh itu ibarat ada api maka ada juga asap. Karena teman-teman aktivis maupun demonstran tidak ditemui oleh pimpinan tertinggi instansi baik pemerintah maupun polri di daerah saat aksi berlangsung,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (30/8/2025)

Alif menegaskan, meskipun pengambil keputusan ada di tingkat pusat, seharusnya pimpinan daerah bisa menemui demonstran untuk mendengarkan aspirasi dan menyampaikannya ke pemerintah pusat. “Kalau tidak ditemui, ujung-ujungnya pasti ricuh,” tambahnya.

Dalam orasinya, Alif juga menyinggung soal kebijakan efisiensi anggaran yang berimbas pada kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), sementara di sisi lain tunjangan dewan tetap tinggi. Ia juga menyinggung insiden meninggalnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas mobil rantis polisi di Jakarta.

Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut

“Rekan-rekan mahasiswa di Surabaya menuntut keadilan untuk almarhum Affan. Kami juga mendesak aparat kepolisian untuk lebih humanis dalam menghadapi demonstran, bukan dengan sikap arogan,” tegasnya.

Namun begitu, Alif menyayangkan aksi sebagian oknum yang merusak fasilitas umum di Surabaya. Menurutnya, hal itu sama saja dengan menghamburkan uang rakyat. “Fasilitas umum dibangun dari pajak rakyat, jangan sampai dirusak,” ujarnya.

Alif pun mengajak semua aktivis dan mahasiswa untuk tetap menjaga kondusifitas Surabaya. “Ikuti aturan, jangan melebihi batas waktu unjuk rasa, dan jangan mudah terprovokasi,” pesannya.

Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya

Diketahui, aksi mahasiswa di depan Mapolda Jatim ini diikuti perwakilan dari sejumlah kampus, di antaranya Universitas Wijaya Kusuma, Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, Universitas Dr. Soetomo, hingga IAIN Sunan Ampel. (pn3)


Mau saya buatkan juga judul provokatif versi pusaran.net untuk berita ini agar lebih menarik pembaca?

Berita Terbaru