pusaran.net – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tancap gas menuju target zero TBC pada 2030 dengan pendekatan kolaboratif berbasis komunitas. Kamis (28/8/2025), penyuluhan bertajuk “Merdeka TBC” digelar serentak di 1.361 RW se-Kota Surabaya, melibatkan ribuan kader kesehatan, relawan, dan unsur masyarakat.
Pusat kegiatan berlangsung di Balai RW 3, Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa eliminasi TBC tak bisa ditanggung pemerintah semata.
“Surabaya ini dibangun oleh cinta warganya, bukan oleh walikotanya,” ucap Eri.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Buka Cross Musea Pertiwi 2026, Padukan AI dan Wayang
27 Ribu Kader Surabaya Hebat
Untuk mewujudkan zero TBC, Pemkot menurunkan 27 ribu Kader Surabaya Hebat (KSH). Skemanya, satu kader mendampingi 20 rumah. Selain itu, Satgas TBC ikut turun langsung melakukan pemeriksaan, pendampingan, hingga memastikan pasien benar-benar menelan obat.
Eri juga meminta masyarakat tidak menolak pengobatan dan berhenti mengucilkan penderita.
“Jangan menghakimi, tapi ingatkan dan kuatkan. Kalau ada yang batuk, sarankan pakai masker dan periksa ke puskesmas,” pesannya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, menyebut masih ada dua tantangan besar: mobilitas penduduk tinggi dan stigma negatif yang membuat pasien enggan berobat. Untuk itu, 27 ribu kader dibekali 25 kompetensi kesehatan, termasuk TBC.
Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut
Surabaya juga sudah mengoperasikan Mobile X-Ray berbasis AI hasil kerja sama dengan Kemenkes dan Poltekkes. Ditambah lagi, ada pengobatan gratis, dukungan nutrisi (susu) untuk pasien miskin, serta pendampingan minum obat.
Sanksi bagi Penolak Obat
Tak hanya persuasif, Pemkot juga tegas memberi sanksi bagi warga yang menolak pengobatan: pemasangan stiker di rumah penderita hingga penonaktifan KTP dan BPJS Kesehatan.
Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya
“Dengan cara humanis tapi tegas, kami ingin lahirkan kesadaran kolektif bahwa TBC bisa disembuhkan,” tegas Nanik. (pn2)
Editor : Wasi