HOSTUM Menggema! Ribuan Buruh Gedor Kantor Gubernur Jatim

avatar pusaran.net
Foto: Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur gelar demo.di depan kantor Gubernur Jatim, jalan Pahlawan, Surabaya Kamis (28/8/2025
Foto: Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur gelar demo.di depan kantor Gubernur Jatim, jalan Pahlawan, Surabaya Kamis (28/8/2025

pusaran.net - Ribuan buruh dari berbagai daerah di Jawa Timur turun ke jalan, Kamis (28/8/2025), untuk menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di Surabaya. Massa bergerak menuju Gedung Negara Grahadi dengan membawa sejumlah tuntutan terkait kesejahteraan pekerja.

Aksi yang dimulai pukul 11.00 WIB ini diikuti buruh asal Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Jember, hingga Tuban. Mereka melakukan long march dari Jalan Ahmad Yani dan melintasi jalur utama kota: Wonokromo, Darmo, Basuki Rahmat, Embong Malang, Blauran, hingga Bubutan sebelum akhirnya berkumpul di depan Grahadi.

Baca Juga: Dishub Evaluasi Sopir Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Dalam aksi kali ini, massa menuntut penghapusan sistem outsourcing, menolak upah murah, serta mendesak Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk merealisasikan janji kesepakatan hasil unjuk rasa 1 Mei lalu. Tema yang diusung jelas dan lantang: “HOSTUM” – Hapus Outsourcing, Tolak Upah Murah.

Di tengah panasnya terik Surabaya, orasi bergemuruh dari atas mobil komando.
“Kami datang bukan untuk main-main, kami datang menagih janji! Jangan biarkan buruh terus dijadikan korban sistem kerja outsourcing!” teriak salah satu orator yang langsung disambut pekik serentak massa.

Baca Juga: Surabaya Kembali Raih WTP, Catat 14 Kali Berturut-turut

Sorakan “Hapus outsourcing! Tolak upah murah!” berulang kali menggema di sepanjang Jalan Gubernur Suryo, membuat suasana pusat kota semakin bergelora.

Sementara itu, Satlantas Polrestabes Surabaya melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan. Sejumlah ruas jalan menuju pusat kota ditutup dan dialihkan. Arus kendaraan dari Jalan Stasiun Kota ke Jalan Pahlawan dialihkan ke Jalan Semut Madya Indah, sedangkan kendaraan dari Jalan Jagalan ke Pasar Besar diarahkan menuju Jalan Peneleh.

Baca Juga: RICH Pakal, Kelas Inggris Gratis untuk Anak Diserbu Warga Surabaya

Polisi mengimbau warga agar menghindari rute aksi dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Pemkot Surabaya juga membuka akses pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time melalui aplikasi SITS CCTV. (pn1)

Berita Terbaru