pusaran.net - Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam menilai KPU Surabaya kurang kreatif mengenali habit dan budaya anak generasi Z (GenZ) saat ini. Begi generasi Z dengan tidak datang ke tempat pemungutan suara (TPS) salah satu bentuk dukungan ke kotak kosong.
"Belum maksimal, karena pikirannya old.Ga mau kreatif takut birokrasi yg formal ga berani out of the box, zona aman dan nyaman,"katanya, Sabtu (26/10/2024).
Baca Juga: Surokim: Isu Ekologi PDIP Sesuai Kepentingan Rakyat
Menurut Surokim, KPU Surabaya seharusnya melakukan banyak terobosan yang power impactfull untuk pemilih pemula. Dengan cara apa, dengan cara pendekatan yg menjadi habit, perilaku, dan budaya generasi Z. Libatkan dan beri akses seluas - luasnya.
"Jangan monoton dalam sosalisasi sesuaikan dengan perkembangan kekinian termasuk penggunaan dan adopsi teknologi komunikasi dan digital,"ungkapnya.
Baca Juga: Survei LSI: Lebih 65 Persen Publik Tolak Pilkada Dipilh DPRD
Saat ini, lanjut Surokim, Indonesia sudah memasuki era baru politik virtual dan digital. Maka sosialisasi pemilu juga harus punya mindset baru, biar kita tdk ketinggalan zaman. Gerakkan birokrasi dengan cara anak anak muda biar dinamis dan lebih segar lagi.
"Pergunakan birokrasi denfan cara anak muda, biar dinamis dan lebih segar lagi,"pungkasnya.
Baca Juga: Dulu Tolak, Kini Tunduk: Demokrat Ikut Arus Istana Soal Pilkada Dipilih DPRD
KPU Kota Surabaya telah menetapkan 2.229.244 pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Dari total DPT tersebut, terdapat pemilih baru (pemula) dengan total 1.152 jiwa, yang terdiri dari pemilih laki-laki 558 jiwa dan perempuan sejumlah 594. 6 jiwa . (pn2)
Editor : Wasi