SIER Gaet 100 Investor Taiwan, Bidik Investasi Baru

pusaran.net

pusaran.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) terus memperluas upaya promosi investasi di pasar internasional. Kali ini, SIER ambil bagian dalam Indonesia Business and Networking Forum 2026 yang diselenggarakan oleh Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei di Grand Mayfull Hotel, Taipei, Taiwan.

Forum ekonomi tingkat tinggi yang telah digelar pada, Rabu (29/7/2026), bertema “Unlocking Investment Frontiers and Export Excellence: Navigating Emerging Sectors and Global Market Potentials” tersebut menjadi wadah strategis untuk mempertemukan sekitar 100 investor dan pelaku usaha asal Taiwan dengan para pemangku kepentingan dari Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus memperkenalkan berbagai peluang investasi di kawasan industri PT.

Baca juga: Sukses Tekan Bansos Salah Sasaran, Uji Coba Perlinsos Digital di Surabaya Hampir 100 Persen 

Dalam forum tersebut, Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT SIER, Jefri Ikhwan Ma’arif, memaparkan berbagai keunggulan yang dimiliki SIER sebagai salah satu kawasan industri strategis yang berada di bawah naungan Holding BUMN Danareksa.

Di hadapan para investor, Jefri memperkenalkan berbagai fasilitas dan layanan yang telah dikembangkan SIER untuk mendukung kebutuhan industri modern. Salah satu yang menjadi perhatian adalah keberadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern dan terpadu yang menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip industri berkelanjutan.

Tak hanya itu, Jefri juga memaparkan berbagai inovasi yang telah diterapkan untuk memperkuat konsep green industrial estate. Mulai dari pemanfaatan energi baru terbarukan melalui pemasangan solar panel, penyediaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), hingga keberhasilan memperoleh sertifikat halal untuk produk air bersih hasil pengolahan limbah cair (recycle).

“Dari sisi layanan investasi, SIER memanfaatkan teknologi Augmented Reality (AR) dan Virtual Reality (VR) untuk memberikan pengalaman digital kepada calon investor dalam menjelajahi kawasan industri secara virtual tanpa harus melakukan kunjungan fisik. Inovasi ini mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai fasilitas, infrastruktur, dan potensi investasi yang dimiliki SIER secara cepat, interaktif, dan efisien,” jelas Jefri.

Tak hanya itu, Jefri juga memaparkan arah pengembangan bisnis SIER ke depan, termasuk rencana ekspansi kawasan industri ke sejumlah wilayah potensial di Jawa Timur, guna menjawab meningkatnya kebutuhan lahan industri sekaligus memperkuat daya saing investasi daerah.

"Taiwan merupakan salah satu mitra strategis Indonesia dalam sektor industri dan manufaktur. Melalui forum ini, kami ingin menunjukkan bahwa SIER tidak hanya menawarkan kawasan industri yang siap investasi, tetapi juga menghadirkan ekosistem industri yang semakin modern, berkelanjutan, dan mampu mendukung pertumbuhan bisnis investor dalam jangka panjang," ujar Jefri.

Menurutnya, pengelolaan kawasan industri saat ini tidak lagi hanya berorientasi pada penyediaan lahan, tetapi juga harus mampu menghadirkan layanan dan infrastruktur yang memberikan nilai tambah bagi investor.

"Kami terus melakukan transformasi, mulai dari penguatan infrastruktur pendukung, pengelolaan lingkungan melalui IPAL terpadu, hingga pengembangan kawasan baru yang akan memperluas pilihan lokasi investasi di Jawa Timur. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen SIER untuk menjadi kawasan industri yang adaptif terhadap kebutuhan industri masa depan," katanya.

Baca juga: Tangis Pecah di Tanjung Perak, Keluarga Korban Tunggu Kedatangan Evakuasi

Indonesia Business and Networking Forum 2026 sendiri merupakan agenda tahunan KDEI Taipei yang didukung oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM). Forum dibuka oleh Kepala KDEI Taipei, Arif Sulistiyo, yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa perekonomian Indonesia terus menunjukkan tren positif.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen sepanjang 2025 dan meningkat menjadi 5,61 persen pada kuartal pertama 2026. Sementara itu, realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 telah mencapai sekitar US$2,2 miliar melalui lebih dari 9.300 proyek. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi investor global, termasuk dari Taiwan, untuk semakin memperluas investasinya di Indonesia.

Selain menghadirkan paparan mengenai peluang investasi kawasan industri, forum ini juga membahas berbagai topik strategis seperti peluang hilirisasi industri, potensi ekspor, regulasi perpajakan, fasilitas Golden Visa, hingga kemudahan berusaha di Indonesia. Para peserta juga memperoleh kesempatan melakukan business matching dan konsultasi secara langsung melalui sesi one-on-one dengan perwakilan kawasan industri, KDEI Taipei, serta PwC Taiwan.

Dalam rangkaian kunjungan ke Taiwan, delegasi SIER turut menggelar pertemuan dengan KDEI Taipei dan Indonesia Investment Promotion Centre (IIPC) Taipei, guna memperkuat sinergi promosi investasi Indonesia di Taiwan.

Rangkaian kunjungan tersebut juga dimanfaatkan SIER bersama delegasi kawasan industri Holding Danareksa untuk melakukan benchmarking ke Hsinchu Science Park (HSP), salah satu kawasan industri teknologi tinggi paling maju di Taiwan.

Baca juga: Gagal Jadi Tuan Rumah Final, Eri: Surabaya Sudah Dipercaya Penyisihan

Kunjungan tersebut memberikan banyak pembelajaran mengenai pengelolaan kawasan industri berbasis inovasi, khususnya dalam membangun ekosistem Triple Helix yang mengintegrasikan pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri. Delegasi juga mempelajari bagaimana HSP berhasil menarik perusahaan semikonduktor kelas dunia melalui penguatan rantai pasok, penyediaan fasilitas riset dan pengembangan (R&D), serta kebijakan investasi yang adaptif.

Jefri menilai pengalaman tersebut menjadi referensi penting bagi transformasi kawasan industri di Indonesia.

"Benchmarking ini memberikan perspektif baru bagi kami. Ke depan, kawasan industri tidak cukup hanya menyediakan lahan dan utilitas, tetapi juga harus mampu membangun ekosistem inovasi yang mendorong kolaborasi antara industri, pemerintah, dan dunia pendidikan. Model seperti inilah yang ingin kami adaptasi secara bertahap agar SIER mampu menjadi kawasan industri modern yang memiliki daya saing global," ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut dari upaya memperluas jejaring investasi dan perdagangan, para investor Taiwan juga diajak untuk berpartisipasi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 Tahun 2026 yang rencananya akan berlangsung pada 14–18 Oktober 2026 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang. 

Ajang tersebut diharapkan menjadi momentum lanjutan bagi para pelaku usaha untuk menjajaki peluang kerja sama yang lebih konkret, memperluas akses pasar, serta memperkuat hubungan dagang dan investasi antara Indonesia dengan Taiwan. (pn1)

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru