pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menegaskan bahwa informasi yang beredar mengenai situs disdiksurabaya.org yang mengatasnamakan Dinas Pendidikan (Dispendik) merupakan hoaks. Karena itu masyarakat diminta tidak mengakses maupun mempercayai informasi dari laman tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati menegaskan bahwa alamat atau situs resmi Dispendik Surabaya hanya melalui dispendik.surabaya.go.id.
Baca juga: Disdukcapil Surabaya: Seluruh Layanan Adminduk Gratis!!
"Untuk alamat website resmi Dinas Pendidikan Kota Surabaya adalah dispendik.surabaya.go.id," ujar Febrina, Kamis (9/7/2026).
Karena itu, Dispendik Surabaya mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip saring sebelum sharing untuk mencegah penyebaran hoaks. Masyarakat juga diminta selalu melakukan verifikasi sebelum mempercayai maupun menyebarkan informasi yang diterima.
Febrina mengimbau masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, agar segera melapor apabila menemukan situs mencurigakan yang mengatasnamakan instansi pemerintah.
"Terkait dengan situs-situs yang tidak bertanggung jawab, sekali lagi peran kita semuanya, orang tua, anak-anak, saat menemukan situs-situs yang seperti itu langsung konfirmasi kepada kami atau ke Kominfo," ujar Febri, sapaan lekatnya.
Ia mengatakan, apabila masyarakat menemukan isi situs yang dinilai tidak wajar, sebaiknya tidak melanjutkan akses dan segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Baca juga: SIER Salurkan Dropbox dan Komposter ke-12 Kelurahan di Surabaya
"Kalau misalkan panjenengan (anda) menemukan 'iki kok ngene isine' (Ini isinya kok seperti ini), itu kan sudah alarm sebetulnya. Ini jangan dilanjutkan, kita diinfo," katanya.
Menurut Febri, laporan dapat disampaikan melalui Dinas Pendidikan, pihak sekolah, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), maupun kanal-kanal pengaduan resmi Pemkot Surabaya.
"Dinas Pendidikan bisa dihubungi, sekolah bisa dihubungi, Diskominfo bisa dihubungi, atau masuk di dalam kanal-kanal pengaduan resmi pemerintah kota," jelasnya.
Baca juga: SPMB SMP Surabaya Masuki Tahap Afirmasi dan Mutasi.
Ia memastikan Pemkot Surabaya akan segera menindaklanjuti setiap laporan yang diterima apabila terbukti terdapat penyalahgunaan situs yang merugikan masyarakat. "Insyaallah kita akan lakukan proses. Kalaupun itu betul-betul terbukti ada kondisi (hoaks) kayak gitu," tuturnya.
Selain itu, Febri menilai literasi digital perlu terus diperkuat, terutama bagi anak-anak yang memiliki rasa ingin tahu tinggi terhadap informasi di internet. "Sekali lagi bapak Ibu semuanya, anak-anak kita itu lagi tumbuh berkembang, 'kepo e dukur' (rasa ingin tahunya tinggi) kan begitu. Itu yang harus kita betul-betul sangoni (bekali)," katanya.
Oleh sebabnya, Febri menyatakan bahwa materi mengenai literasi digital akan diperkuat dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Selain itu, edukasi juga akan disampaikan bersamaan dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG). "Insyaallah di MPLS nanti kita akan kita tambahkan materi itu juga. Selain di MPLS, juga ada Cek Kesehatan Gratis," pungkasnya. (pn2)
Editor : Wasi