Kinerja SIER Melesat, Laba Bersih Naik 56 Persen

pusaran.net

pusaran.net - PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) yang merupakan anggota Holding BUMN Danareksa kembali membuktikan kinerja bisnis yang solid. Hal itu tercermin dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) atas Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025 yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta, Selasa (30/6/2026) lalu.

RUPS dipimpin Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Danareksa (Persero), Ahmad Fauzie Nur, serta dihadiri para pemegang saham dan jajaran komisaris maupun direksi PT SIER.

Baca juga: Denny Caknan Siap Guncang Soft Launching Creative Hub SUBEC Surabaya

Turut hadir Asisten Perekonomian dan Pembangunan Provinsi Jawa Timur Dydik Rudy Prasetya, Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jawa Timur MHD Aftabuddin Rijaluzzaman, Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah Kota Surabaya Agus Imam Sonhaji, serta Tenaga Ahli Kota Surabaya Didik Prasetiyono.

Sementara dari SIER hadir Komisaris Arif Budi Santoso dan Indra Nur Fauzi, Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Rizka Syafittri Siregar, Direktur Kelembagaan Ahmad Fahrudin, Direktur Pemasaran dan Pengembangan Jefri Ikhwan Ma'arif, serta Direktur Operasi Yohanes Deddy Setiawan.

Dalam rapat tersebut, para pemegang saham memberikan apresiasi atas capaian kinerja SIER yang terus menunjukkan tren pertumbuhan positif di tengah dinamika ekonomi nasional maupun global.

Sepanjang tahun buku 2025, SIER berhasil membukukan pendapatan usaha sebesar Rp672,239 miliar, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp585,847 miliar.

Kinerja tersebut turut mendorong laba usaha perseroan menjadi Rp202,479 miliar, atau tumbuh 46 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp138,715 miliar.

Sementara itu, laba bersih non-revaluasi melonjak menjadi Rp188,833 miliar, meningkat 56 persen dari capaian tahun sebelumnya sebesar Rp121,379 miliar.

Penguatan fundamental perusahaan juga tercermin dari total aset yang meningkat dari Rp21,386 triliun menjadi Rp21,860 triliun, dengan posisi kas akhir tahun mencapai Rp621,594 miliar, yang menunjukkan kondisi likuiditas perusahaan tetap sangat kuat.

Capaian tersebut berdampak positif terhadap peningkatan nilai yang diterima para pemegang saham. Nilai dividen yang dibagikan SIER terus mengalami kenaikan dalam empat tahun terakhir, yakni dari Rp48,5 miliar pada 2022, menjadi Rp66,3 miliar pada 2023, meningkat lagi menjadi Rp71,6 miliar pada 2024, dan kembali naik menjadi Rp76,8 miliar berdasarkan hasil RUPS Tahun Buku 2025.

Plt Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan transformasi bisnis, memperkuat tata kelola perusahaan, serta mengoptimalkan seluruh aset yang dimiliki.

Baca juga: FGD RKTR Surabaya 2026: Penataan Ruang Terintegrasi untuk Masa Depan

"Kinerja ini menjadi bukti bahwa strategi transformasi yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Pertumbuhan yang kami raih bukan hanya tercermin dari sisi finansial, tetapi juga dari semakin optimalnya pemanfaatan aset dan meningkatnya kepercayaan investor maupun tenant terhadap PT SIER," ujar Rizka.

Menurutnya, sebagai pengelola kawasan industri yang sahamnya dimiliki PT Danareksa (Persero) sebesar 50 persen, Pemerintah Provinsi Jawa Timur 25 persen, dan Pemerintah Kota Surabaya 25 persen, SIER terus berkomitmen menghadirkan kawasan industri yang modern, berkelanjutan, dan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satu kontributor utama pertumbuhan perusahaan berasal dari optimalisasi aset kawasan industri. Sepanjang 2025, persewaan lahan PPTI seluas 16,39 hektare kepada delapan tenant berhasil menghasilkan pendapatan sebesar Rp263,93 miliar, menunjukkan tingginya tingkat kepercayaan dunia usaha terhadap kawasan industri yang dikelola PT SIER.

Di sektor logistik, SIER juga berhasil menyelesaikan pembangunan gudang logistik 6 chamber di dalam kawasan industri. Fasilitas tersebut telah terokupansi 100 persen dan hingga akhir 2025 menghasilkan pendapatan sebesar Rp1,97 miliar.

Rizka menjelaskan, pembangunan gudang tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pendapatan recurring dan sekaligus memperkuat rantai pasok industri.

Selain itu, SIER juga terus mempercepat transformasi digital melalui pembangunan jaringan fiber optic sebagai backbone digital kawasan industri. Infrastruktur tersebut memungkinkan integrasi sistem manufaktur dengan transmisi data berkecepatan tinggi sehingga mendukung pemantauan proses produksi secara real time.

Baca juga: BIAS 2026 Kejar Target Imunisasi Anak Tembus 90 Persen

"Hingga akhir tahun 2025, kami telah melakukan migrasi layanan internet dengan total 94 sambungan" kata Rizka

Komitmen terhadap pengembangan kawasan industri berkelanjutan juga diwujudkan melalui sertifikasi halal untuk air recycle. Sertifikasi tersebut memberikan jaminan tambahan bagi tenant bahwa fasilitas pendukung produksi di kawasan telah memenuhi standar syariah sekaligus higienitas yang tinggi.

Di sektor pengelolaan lingkungan, SIER juga memperluas layanan melalui kerja sama pengelolaan limbah cair non-B3 dari luar kawasan. Kerja sama tersebut memberikan kontribusi pendapatan sebesar Rp130,41 miliar hingga akhir tahun 2025.

Rizka menegaskan, berbagai capaian tersebut menjadi modal penting bagi SIER untuk terus memperkuat daya saing kawasan industri nasional sekaligus memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi para pemegang saham.

"Kami akan terus berinovasi, memperkuat infrastruktur kawasan, mengembangkan layanan berbasis teknologi, serta menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dengan langkah tersebut, kami optimistis PT SIER akan terus tumbuh sebagai kawasan industri modern yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur maupun Indonesia," tutupnya. (pn1)

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Jumat, 26 Jun 2026 19:43 WIB
Kamis, 25 Jun 2026 15:56 WIB
Kamis, 25 Jun 2026 15:16 WIB
Sabtu, 27 Jun 2026 19:37 WIB
Berita Terbaru