pusaran.net - Memasuki hari keempat pasca ambruknya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, upaya pencarian korban belum membuahkan hasil. Hingga Kamis (2/10/2025) pagi, tim SAR gabungan masih mengandalkan pencarian manual di lokasi reruntuhan.
Kepala Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, menyebut sejak Rabu malam hingga Kamis dini hari, berbagai metode pencarian—mulai dari isyarat verbal hingga sound detector—tidak menemukan respon tanda kehidupan.
Baca juga: HUT Persebaya ke-99 Ternoda, Tiga Warga Jadi Korban
“Sampai dini hari, tim tidak mendapatkan respon tanda kehidupan dari korban. Untuk itu, kami siapkan opsi penggunaan alat berat, meski saat ini pencarian masih dilakukan manual sampai golden time berakhir,” ujar Nanang.
Baca juga: 5.600 Atlet Bersaing di 52 Cabang Olahraga di Porkab Sidoarjo
Rapat koordinasi pun digelar untuk membahas penggunaan alat berat. Keputusan ini akan mempertimbangkan masukan keluarga korban serta stakeholder terkait.
“Semua proses harus hati-hati. Kami tetap prioritaskan keselamatan tim di lapangan, sekaligus menghormati keberadaan korban yang masih ada di dalam reruntuhan,” tambahnya.
Baca juga: Wali Kota Eri Minta Investigasi dan Evaluasi Proyek Menyeluruh
Pantauan di lokasi, keluarga korban masih memadati posko gabungan menunggu informasi terbaru. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan tetap bekerja keras melakukan pencarian hingga seluruh korban ditemukan. (pn1)
Editor : Wasi