pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) mengintensifkan pembasahan jalan di berbagai wilayah untuk mengurangi debu dari aktivitas pembangunan sekaligus membantu menjaga kenyamanan masyarakat di tengah cuaca panas.
Kegiatan ini menyasar ruas jalan di sekitar proyek pembangunan, terutama pekerjaan drainase dan pemasangan box culvert, dengan lokasi penanganan disesuaikan berdasarkan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Baca Juga: Polisi Amankan 11 Orang Diduga Picu Kericuhan Aksi Mahasiswa di Grahadi
Pembasahan jalan dilakukan secara rutin pada siang dan malam hari dengan sasaran berbeda. Pada siang hari, petugas memprioritaskan ruas jalan di sekitar proyek pembangunan yang berpotensi menimbulkan debu. Sementara pada malam hari, penyiraman diarahkan ke sejumlah taman pasif di sepanjang jalur protokol untuk membantu menjaga kondisi tanaman.
Kepala Bidang Pemadaman Kebakaran DPKP Surabaya, M. Rokhim, mengatakan kegiatan tersebut menjangkau sejumlah wilayah dengan memanfaatkan armada dari pos pemadam kebakaran terdekat. Rata-rata delapan hingga sepuluh unit mobil pemadam dikerahkan setiap hari untuk mendukung pembasahan, dengan mempertimbangkan kebutuhan di lapangan dan laporan masyarakat.
Baca Juga: Pemkot Surabaya Tuntaskan 99,9 Persen Aduan Warga Lewat Hotline 'Lapor Cak Eri'
“Pembasahan dilakukan di berbagai wilayah, terutama di sekitar lokasi pengerjaan box culvert dan proyek lainnya yang berpotensi menimbulkan debu. Armada yang dikerahkan menyesuaikan kebutuhan, termasuk berdasarkan laporan warga melalui hotline,” kata Rokhim, Jumat (23/10/2026).
Sejumlah ruas jalan yang menjadi sasaran pembasahan pada siang hari di antaranya Jalan Tanjungsari, Panjang Jiwo, Lidah Wetan, Dharmahusada, Ahmad Yani, hingga kawasan Ngagel. Adapun pada malam hari, petugas menyasar taman-taman pasif di sepanjang jalur protokol sebagai bagian dari pemeliharaan lingkungan perkotaan.
Baca Juga: Merchandise Persebaya Kini Hadir Lagi di Bandara Juanda
Rokhim menjelaskan, pelaksanaan pembasahan bersifat fleksibel dan tetap mempertimbangkan tugas utama petugas pemadam kebakaran dalam menangani keadaan darurat. Apabila terjadi kebakaran, seluruh sumber daya yang dibutuhkan akan diprioritaskan untuk mendukung proses pemadaman.
“Prioritas utama kami tetap penanganan kebakaran. Setelah tugas pemadaman selesai dan armada kembali mengisi air, petugas dapat melanjutkan pembasahan sesuai pembagian lokasi dan kebutuhan di lapangan,” pungkasnya. (pn1)
Editor : Wasi