14 Residen Rehabilitasi Narkoba di Surabaya Kabur, Satu Berhasil Diamankan

avatar pusaran.net

pusaran.net - Sebanyak 14 residen atau klien rehabilitasi narkoba di Yayasan Omah Sehat Bersinar, Surabaya, dilaporkan kabur secara massal pada Senin (12/10/2026). Mereka diduga menerobos gerbang hingga merusak akses keluar yayasan.

Perwakilan staf manajemen Yayasan Omah Sehat Bersinar, Alexander Tanadi, mengaku pihaknya kecolongan saat belasan residen tersebut melarikan diri. Insiden itu terjadi ketika sebagian staf berada di dalam yayasan, sementara sejumlah pengurus lainnya mengikuti kegiatan sosialisasi di Rutan Perempuan Surabaya.

Baca Juga: Polisi Siapkan Pos Pengawasan Permanen di Kampung Narkoba Jalan Kunti

Alexander menjelaskan, dua residen berinisial SF dan IN diduga telah merencanakan aksi kabur bersama. Menjelang waktu salat Asar, seorang staf bernama Rudi keluar untuk mengecek progres renovasi ruang laktasi. Tak lama kemudian, sekitar 14 residen tiba-tiba menerobos keluar.

“Staf kami berusaha menahan, tetapi tidak sanggup karena jumlahnya banyak. Bahkan, staf kami sampai mengalami luka-luka. Gerbang yang sudah ditutup juga dirusak. Ada yang melompat dan ada yang menerobos paksa,” ujar Alexander.

Sebelum kejadian, terdapat sekitar 35 residen yang menjalani rehabilitasi di yayasan tersebut. Dari jumlah itu, 14 orang dilaporkan kabur dan belum ditemukan meski pihak yayasan telah melakukan pencarian.

Berdasarkan keterangan Alexander, 11 dari 14 residen tersebut merupakan klien rujukan BNN Provinsi Jawa Timur, satu orang berasal dari BNN Kota Surabaya, sedangkan dua lainnya mengikuti rehabilitasi secara sukarela atas inisiatif keluarga.

Masa rehabilitasi para klien itu bervariasi, mulai dari sekitar empat bulan, dua bulan, satu bulan, hingga ada yang baru mengikuti program rehabilitasi.

Dilaporkan ke Polisi, Pengamanan Diperketat
Pasca kejadian, pihak yayasan melaporkan insiden tersebut ke Polsek Gubeng. Laporan itu kemudian diteruskan ke Polrestabes Surabaya. Manajemen juga menghubungi BNN Provinsi Jawa Timur serta menyampaikan surat pemberitahuan kepada BNN Kota Surabaya dan BNN Provinsi Jawa Timur.

Sebagai langkah antisipasi, yayasan mengaku meningkatkan pengamanan dengan menambah kamera pengawas atau CCTV serta merekrut dua petugas sekuriti.

Baca Juga: Kampung Narkoba Jalan Kunti Kembali Digerebek, Belasan Orang Diamankan

Alexander menegaskan, pihaknya masih berupaya mencari keberadaan 14 residen tersebut melalui koordinasi dengan keluarga masing-masing.

“Kami tetap berkomunikasi dengan keluarga. Kalau mereka sudah pulang ke rumah, kami berharap keluarga bisa mengantarkan kembali agar proses rehabilitasi dapat dilanjutkan sampai selesai,” katanya.

Ia mengaku tidak melihat perilaku mencurigakan dari para residen sebelum insiden terjadi. Menurut dia, aktivitas harian mereka masih berjalan normal, termasuk mengikuti sesi seminar tiga hingga empat kali sehari pada Senin hingga Jumat.

Kapasitas Rehabilitasi Jadi Evaluasi
Selain keamanan, kapasitas tempat rehabilitasi juga menjadi perhatian manajemen. Alexander mengakui pihaknya perlu melakukan evaluasi menyusul adanya indikasi kelebihan kapasitas yang disebut telah disampaikan BNN Provinsi Jawa Timur.

Saat kejadian, sekitar 35 residen berada di yayasan tersebut. Namun, belum ada penjelasan lebih lanjut mengenai kapasitas ideal fasilitas rehabilitasi itu berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Kenalan di OMI, Motor Pria Surabaya Dirampas Komplotan Curanmor

Terkait kebutuhan sehari-hari, Alexander memastikan yayasan menyediakan makanan rumahan tiga kali sehari. Pihaknya juga mengadakan kegiatan kebersamaan pada malam Minggu, seperti makan bersama dan menonton film.

Mengenai perizinan, Alexander menyatakan yayasan telah menjalani proses perizinan dan mengantongi akreditasi dari instansi sosial terkait. Ia juga mengklaim pihaknya telah berkoordinasi dengan pengurus RT dan RW setempat sebelum membuka layanan rehabilitasi.

Alexander menambahkan, manajemen terbuka terhadap masukan warga, termasuk keluhan mengenai kebisingan musik. Menurut dia, keluhan tersebut telah ditindaklanjuti dengan mengatur waktu kegiatan agar tidak mengganggu kenyamanan lingkungan.

“Kami berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan baik. Salah satu pasian kabur sudah di amankan Satnarkoba Polrestabes Surabaya dan dibawa kembali ke panti rehabilitasi,"pungkasnya. (pn3)

Berita Terbaru