pusaran.net - Setelah puluhan tahun berjualan jamu keliling, Diyem Wiryo Rejo, 65, warga Gedongan, Kota Mojokerto, Jawa Timur, akhirnya akan mewujudkan impianya untuk menunaikan ibadah haji. Nenek tangguh ini telah lama merindukan kesempatan untuk melaksanakan rukun Islam kelima tersebut.
Dengan kerja keras dan iman yang kuat, Nenek Diyem, sapaan akrabnya, berhasil mencapai impian yang telah lama dinantikan. Dengan kesabaran dan ketekunan dalam mencapai tujuannya.
Baca Juga: KBIH Bongkar Masalah Haji 2026, Tuntut Evaluasi Total
"Alhamdulillah, saya daftar haji sejak tahun 2012. Dan sekarang, 2025, akhirnya bisa berangkat ke Tanah Suci. Rasanya bahagia sekali,” kata Nenek Diyem, Rabu (14/5/ 2025)
Ia menceritakan bagaimana perjalanan spiritual menuju Baitullah. Sedikit demi sedikit uang hasil berjualan jamu keliling ia tabung sendiri dirumahnya. Setiap kali tabungannya mencapai Rp1 juta, Ia menyimpannya di bank sebagai tanda keseriusannya untuk mewujudkan impian berhaji.
Baca Juga: Wali Kota Eri Naik Haji, Komisi A : Sistem Pemkot Surabaya Sudah Matang
"Kalau lagi ada rezeki, sebulan bisa kumpul sejuta. Kalau tidak, bisa berbulan-bulan. Tapi saya tetap semangat, karena dari situ saya bisa mulai membangun mimpi," ujarnya.
Proses tersebut, Ia jalani sekitat 10 tahunan hingga akhirnya ia berhasil mengumpulkan Rp25 juta, dan cukup untuk mendaftar haji bersama suaminya.
Baca Juga: Kloter 50–52 Surabaya Resmi Dilepas ke Tanah Suci
"Teman saya bilang, kalau ada tabungan, mending daftar haji saja. Dari situ saya merasa terpanggil,” kenannya.
Nenek Diyem dijadwalkan terbang ke Tanah Suci pukul 10.20 WIB, Kamis, 15 Mei 2025. Kisahnya menjadi inspirasi tidak ada perjuangan yang sia-sia, dan setiap tetes keringat bisa menjadi jalan menuju surga. (pn1)
Editor : Wasi