Pusaran.Net- Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma'ruf Amin Jatim, Irjen Pol (Purn) Machfud Arifin menilai sikap Badan Pemenangan Provinsi (BPP) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno Jatim tidak mencerminkan seorang ksatria.
Menurutnya, apa yang dilakukan DPD Gerindra Jatim memerintahkan saksi tiap kecamatan untuk tidak menandatangani hasil Pilpres 2019 tak elok. Karena berdemokrasi mebutuhkan sikap kedewasaan.
"Berdemokrasi itu harus dewasa. Kalau kita sepakat dengan demokrasi, ya konsekuenlah berdemokrasi, termasuk menerima hasilnya,"kata Machfud Arifin, Jumar (26/04/2019).
Terkait perintah pihak pendukung 02 tersebut, lanjut Machfud, pihaknya tidak ambil pusing. Dia mempersilakan pihak 02 menolak menandata yangani hasil rekapitulasi KPU, itu haknya. Seharusnya, pihak 02 mencontoh pemain sepak bola Ronaldo dab Messi. Saat tak berhasil mencetak gol, baik Ronaldo atau Messi tak pernah memaki wasit atau kiper lawan.
"Silakan saja tolak tanda tangan hasil rekapitulasi KPU. Enggak berpengaruh. Tapi kita bisa mengambil pelajaran, bahwa semestinya konsekuen berdemokrasi. Ronaldo dan Messi itu striker hebat, tapi mereka tidak selalu bikin gol. Saya enggak pernah baca berita mereka memaki-maki wasit atau kiper lawan saat kalah,” kata Machfud.
Untuk itu, Dia menyarankan agar tim 02 di Jatim segera melaporkan ke Bawaslu jika merasa dicurangi. Selain itu, Machfud juga meminta pihak 02 menyertai laporan tersebut dengan data yang ada.
"Jadi jangan membangun narasi dicurangi, membangun narasi menang secara nasional. Tapi tak pernah tunjukkan data, tak pernah buka rekapitulasinya",pungkas mantan Kapolda Jatim ini. (pn2)
Editor : Pak RW