WTC Surabaya Nekat Buka,Dewan: Pemkot Harus Tegas Terapkan Aturan, Jangan Tebang Pilih

avatar pusaran.net

Pusaran.Net -Sekretaris Komisi B DPRD Kota Surabaya Mahfudz menyayangkan ketika mengetahui kabar ada mal yang beroperasi meski tidak penuh. Sebab, persebaran Covid-19 di Surabaya masih cukup mengkhawatirkan.

“Kita berharap semua bisa buka normal. Tetapi, kondisinya masih belum memungkinkan,” katanya.

Terkait Inmendagri 22 tahun 2021, Mahfudz menilai sektor esensial sudah dijelaskan secara detail dan spesifik. Yang termasuk usaha informasi dan komunikasi hanya ada lima. Antara lain, operator seluler, data center, internet, pos, dan media.

“Lha yang buka itu masuk yang mana?,” ucapnya.

Politikus PKB itu meminta agar pemkot tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan. Sebab, mal yang lain tidak beroperasi. Adapun yang beroperasi hanya membuka tenan yang menjual barang kebutuhan pokok.

“Seperti supermarket. Kalau itu jelas sektor esensial,” paparnya.

Wakil Sekretaris Satgas Covid-19 Irvan Widyanto mengaku tidak ada pembertahuan dari WTC yang membuka sebagian tenan. Menurut dia, sektor usaha tersebut masih belum boleh buka.

“Kalaupun buka, itu hanya (diperbolehkan, Red) untuk pengambilan barang hasil penjualan online,” terangnya.

Untuk servis handphone, mantan Kepala Satpol PP Kota Surabaya itu juga tetap menegaskan bahwa usaha tersebut belum boleh buka. Servis handphone bisa dilakukan dengan metode homecare. “Bisa jalan kalau menjalankan layanan antar,” jelasnya.

Perlu diketahui, pusat pertokoan Handphone World Trade Center (WTC) di Jalan Plaza Boulevard, Surabaya buka meski tidak total. Pusat jual beli dan servis handphone itu memang terlihat tutup dari luar. Sebab, pintu utamanya tertutup Kondisi tempat parkir pun sepi. Baik parkir motor di depan maupun mobil di samping bangunan.

Namun, di dalam kompleks gedung enam lantai itu ada tempat parkir motor yang tidak terlihat dari jalan. Lokasinya tepat di bawah tempat parkir motor sisi utara. Untuk roda empat, ada tempat di belakang gedung yang disediakan meski jumlah mobil yang bisa parkir di tempat tersebut tidak hanya.

Pengunjung tidak bisa sembarangan masuk. Sekuriti yang berjaga di depan gedung selalu bertanya kepada setiap orang yang masuk gedung. Yang diperbolehkan masuk hanya yang hendak ke gerai Samsung. Atau, ke beberapa tenan yang melayani urusan seluler. Masuknya lewat pintu belakang.

Di dalam gedung, gerai Samsung terlihat ramai pengunjung. Rata-rata ingin memperbaiki hanphone. Pihak penanggungjawab gerai mengaku mendapat izin dari pengelola mal untuk buka.

“Kami dapat pengumuman dari manajemen (WTC, Red) katanya boleh buka,” kata Ilmi, pria yang diberi tanggungjawab sebagai PIC (person in charge). (pn2)

Berita Terbaru