HIPDA: Efek PSBB, Cari Duit 100 Ribu Susah

avatar pusaran.net

Pusaran.Net - Driver taksi online menolak rencana pemerintah provinsi Jawa Timur memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar di Surabaya Raya (Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan Gresik).

Pasalnya, di tengah PSBB masyarakat memang didorong untuk tinggal di rumah. Semua kantor pun diminta tutup dan beralih melakukan pekerjaan dari rumah.

Sekjen DPP Himpunan Pengusaha Darling Indonesia (HIPDA), David Walalangi mengatakan penghasilan para driver taksi online pun makin tidak karuan. Untuk mendapatkan uang Rp 100 ribu saat ini sangat sulit.

"Adanya PSBB jilid 1,2, dan 3 aja membuat kita mati suri. Apalagi, nanti diperpanjang jilid 4. Bisa - bisa kita menagis dalam rintihan. Dapat Rp 100 ribu sehari aja sudah susah," kata David saat dihubungi, Minggu (7/6/2020).

Harusnya, lanjut David, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa membuka ruang diskusi bagi pelaku usaha, seperti driver online sebelum memutuskan perpanjangan PSBB di Surabaya Raya.

"Kita yakin kalau benar - benar Gubernur perpanjang PSBB, Roda ekonomi Jatim akan berhenti,"ucap David.

Masyarakat pengguna transportasi Online rata rata kelas middle low. Semenjak penerapan PSBB di Surabaya Raya, mereka kebanyakan terkena PHK atau dirumahkan. Dampaknya, pendapatan driver online juga terjun bebas.

"Meski sepi, teman-teman juga masih banyak beroperasi mengadukan nasibnya. Sebab mereka juga nggak ada lagi cara dapat penghasilan," ungkapnya.

David bercerita, banyak teman - temannya yang saat ini bingung mencari uang guna membayar kriditan mobilnya. Karena pendapatan menurun akibat PSBB, cicilan mobil menjadi nunggak tidak bisa bayar.

"Akibat PSBB cicilan mobil tak terbayar, miris,"pungkas David.(pn1)

Editor : Redaksi

pusaran.net auto

Berita Lainnya

pusaran.net horizontal