pusaran.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengejar penyelesaian proyek infrastruktur penanganan banjir sebelum datangnya musim penghujan. Melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Pemkot Surabaya menargetkan seluruh proyek saluran air dan rumah pompa rampung pada November mendatang.
Kepala Bidang Drainase DSDABM Kota Surabaya, Adi Gunita mengatakan bahwa pengerjaan di lapangan diupayakan selesai lebih awal dari target akhir, yakni pada bulan Oktober.
Baca juga: Pemkot Surabaya Pastikan Pengelolaan Limbah B3 RSUD EC Sesuai Prosedur
"Saluran kita usahakan Oktober selesai sehingga kita juga siap untuk menghadapi musim penghujan. Selain pemasangan box culvert, kita juga ada pembangunan rumah pompa yang targetnya Oktober hingga November sudah rampung semua," ujar Adi, Rabu (26/8/2026).
Ia menjelaskan, pengerjaan infrastruktur pencegahan banjir ini dilakukan secara masif dan merata. Saat ini terdapat lebih dari 100 titik proyek drainase yang tersebar di berbagai wilayah di Kota Pahlawan, mulai dari kawasan selatan, timur, hingga barat.
Baca juga: Megawati Hadiri Konsolidasi Internal PDIP Jatim di Surabaya
Menurutnya, langkah percepatan ini diambil mengingat pola cuaca yang sulit diprediksi akibat anomali iklim. Berdasarkan cetak biru penataan kota, pembangunan gorong-gorong dan konektivitas saluran ini dirancang untuk memperluas kapasitas tampungan (storage) air hujan.
"Sebelum air masuk ke laut, ada storage untuk menampung air terlebih dahulu agar tidak membanjiri wilayah permukiman. Kami tingkatkan kapasitasnya supaya saat hujan deras turun, aliran air sudah terarah," jelasnya.
Baca juga: Program Pisang Danor Jadi Strategi Surabaya Kurangi Sampah dan Tekan Biaya TPA
Menanggapi keluhan masyarakat terkait gangguan lalu lintas dan kenyamanan akibat banyaknya titik penggalian, pihaknya meminta pengertian dari warga. Pemkot Surabaya menyadari proyek pembangunan infrastruktur kerap memicu gesekan dan komplain di lapangan. Tetapi, hasil dari pembangunan infraktruktur ini nantinya juga akan dirasakan oleh warga.
"Proyek saluran ini memang mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan masyarakat sekitar. Namun, tujuan akhirnya kembali lagi untuk kepentingan masyarakat. Sehingga, Pemkot Surabaya berupaya menghubungkan konektivitas antar-saluran agar sistem drainase menyambung secara optimal untuk mengurangi titik banjir atau genangan,” pungkas Adi. (pn2)
Editor : Wasi