Tanya Jawab Penanganan Musala Ambruk di Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo

pusaran.net
Foto: Anggota Basarnas lakukan evakuasi korban Ambruknya gedung Ponpes di Sidoarjo

pusaran net - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Basarnas memberikan keterangan soal penanganan musala ambruk di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran. Berikut tanya jawabnya:

Kapan tim bergerak?
Khofifah: Sejak 29 September sore, full team Pemprov bersama BPBD, Dinsos, Dinkes, dan PU Cipta Karya langsung turun.

Baca juga: Damkar Surabaya Bersihkan Lokasi Ledakan San Antonio

Bagaimana evakuasi dilakukan?
Khofifah: Tidak bisa langsung pakai ekskavator. Basarnas menggali dari bawah untuk mencegah risiko ambruk susulan.

Apa dukungan untuk korban dan keluarga?
Khofifah: Dapur umum sudah ada sejak malam pertama. Semua rumah sakit standby, biaya pasien ditanggung Pemprov, dan oksigen dipastikan aman.

Baca juga: Update Korban Ledakan San Antonio, Ini Kata Dokter

Apakah ada korban yang masih hidup di bawah reruntuhan?
Basarnas: Beberapa titik suara masih terdeteksi. Tim memberi semangat agar korban bertahan.

Hambatan evakuasi?
Khofifah: Galian sempat capai 80 cm, tapi terhenti karena gempa 6,5 magnitudo di Sumenep. Ada juga lapisan beton di bawah keramik, jadi harus ekstra hati-hati.

Baca juga: Ledakan San Antonio Surabaya, Dua Korban Kritis Dirawat di ICU

Jumlah korban?
Basarnas: Data sementara simpang siur. Ada 15 titik kemungkinan korban, tapi masih diverifikasi dengan Pusdalops BNPB. (pn1)

Editor : Wasi

Peristiwa
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru