Pusaran.Net - Tepat Pukul 20.00 WIB drama kolosal "Mulyorejo Membara" digelar oleh kalangan muda (Milinial) warga Mulyorejo
Mereka berada ditengah lapangan yang konon dulu tempat pertempuran sengit lawan pasukan Belanda (penjajah). Dengan memakai seragam ala pejuang '45, tak lupa bambu runcing dan ikat kepala merah putih diikatkan di kepala menambah heroik drama kolosal tersebut.
Menurut, Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono memaparkan kalangan anak muda menggelar drama kolosal “Mulyorejo Membara” adalah untuk mengenang sejarah daerahnya, yang berakar dari kepahlawan rakyat di masa lalu.
"Mulyorejo Membara merekonstruksi pertempuran 10 Nopember 1945, dengan seting perlawanan warga Dukuh Kali Waron, cikal-bakal Kelurahan Mulyorejo," Katanya ditengah menghadiri pertunjukan drama kolosal“Mulyorejo Membara” di Taman Galaxy Mulyorejo Barat, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (23/11/2019) malam.
Lebih lanjut politisi yang akrab disapa Awi ini, mengatakan Kelurahan Mulyorejo terletak di Kota Surabaya bagian timur. Pada tanggal 27 November 1945, dua pemuda pedukuhan Mulyono dan Sari Rejo gugur ketika menghadang pasukan legiun asing Inggris, Gurkha.
"Kini, makam keduanya sudah dipindah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Ngagel",jelas Awi.
Sejarah Mulyorejo istimewa karena berakar dari heroisme masa lalu. Untuk itu, Awi meminta agar kalangan generasi milenial harus paham dan menhormati Sejarah kepahlawanan rakyat Surabaya.
“Dan, drama kolosal “Mulyorejo Membara” ini sebagai upaya merawat sejarah. Sekaligus mewariskan kepahlawanan pemuda Mulyono dan Sari Rejo kepada generasi penerus, generasi milineal,” kata Adi.
Ia melihat, masyarakat Mulyorejo bangga dengan sejarah kampung halamannya.
“Kita tidak hanya mewarisi abu, melainkan juga api perjuangan arek-arek Suroboyo di masa lalu. Kita jaga Indonesia, kita jaga Surabaya,” kata Adi.
Drama kolosal “Mulyorejo Membara” yang digelar tahun ini merupakan gelaran yang ke-3. Semuanya berasal dari gotong-royong warga.
DPRD Kota Surabaya siap mendukung kegiatan Mulyorejo Membara pada tahun-tahun mendatang sebagai bentuk mengapresiasi penuh sejarah perkampungan di Surabaya.
"Saya mendukung drama kolosal ini supaya tahun depan bisa dilaksanakan lebih baik lagi,” pungkas Ketua DPRD Kota Surabaya, Adi Sutarwijono usai menonton pertunjukan drama kolosal Mulyorejo Membara
Drama kolosal "Mulyorejo Membara" selain dihadiri Ketua DPRD Surabaya, juga dihadiri Ketua Karang Taruna Surabaya Fuad Bernardi. Ia menambahkan, jika Mulroyejo Membara mengajak millenial mengenang nilai-nilai perjuangan.
Sekaligus menjadi cambuk bagi generasi penerasi Bangsa agar bisa mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif.
"Bisa menjadi media untuk menyampaikan sejarah perjuangan dan bisa memaknai serta menginspirasi," kata Fuad yang juga putra Sulung Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (pn2)
Editor : Pak RW